Cerita Senin, Penggali Makam Jenazah Covid-19: Suka Tidak Tenang, Tiba-tiba Ditelepon Ada yang Meninggal

Kompas.com - 01/12/2020, 10:57 WIB
Para penggali liang lahat untuk jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jannah Raudlatul Jannah, Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Senin (30/11/2020). Istimewa. Para penggali liang lahat untuk jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jannah Raudlatul Jannah, Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Senin (30/11/2020).

KOMPAS.com - Menjadi petugas penggali makam Covid-19 bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab, para petugas ini harus selalu siap jika ada warga yang meninggal akibat virus corona.

Tak hanya itu, petugas penggali ini pun mengaku tak tenang jika sedang berpergian ke luar rumah.

Pasalnya, mereka harus buru-buru pulang ke rumah jika ditelepon ada pasien yang meninggal.

Baca juga: Dibantu Sang Istri, PDP di Tegal yang Baru Pulang dari Jakarta Kabur dari Ruang Isolasi RS

Hal inilah yang dirasakan Senin (46), warga Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, salah satu penggali kubur jenazah Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur.

“Suka tidak tenang. Mau ke pasar saja, tiba-tiba ditelepon cepat ke lokasi ada yang meninggal,” kata Senin saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Bukan itu saja, kata Senin, malam hari saat sedang tidur pun sering mendapat kabar pemakaman jenazah Covid-19.

“Kadang baru tidur setengah jam, sudah dibangunin, kita segera bangun menuju lokasi, walaupun dini hari kita harus turun karena tanggung jawab,” ujarnya.

Baca juga: Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Surplus Beras Tiap Tahun, Pj Gubernur Kalsel Usulkan Jalur Logistik Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Dua WNA Asal Pakistan dan Yaman Pemilik 821 Kilogram Sabu Divonis Mati

Regional
136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

136 Napi dan 16 Petugas Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Positif Covid-19

Regional
Soal Vaksin Covid-19 Lansia di Surabaya, Kadinkes: Mereka Antusiasnya Sangat Tinggi

Soal Vaksin Covid-19 Lansia di Surabaya, Kadinkes: Mereka Antusiasnya Sangat Tinggi

Regional
3 Penambang Tewas, Petugas Sisir Lokasi Longsor Tambang Emas Ilegal di Parigi Moutong

3 Penambang Tewas, Petugas Sisir Lokasi Longsor Tambang Emas Ilegal di Parigi Moutong

Regional
Pemkot Banjarmasin Perpanjang PPKM Skala Mikro hingga 8 Maret 2021

Pemkot Banjarmasin Perpanjang PPKM Skala Mikro hingga 8 Maret 2021

Regional
Mantan Kades Perempuan di Cianjur Gelapkan Dana Desa Rp 332 Juta

Mantan Kades Perempuan di Cianjur Gelapkan Dana Desa Rp 332 Juta

Regional
Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina Wafat karena Sakit, Ini Sosoknya di Mata Sang Anak

Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina Wafat karena Sakit, Ini Sosoknya di Mata Sang Anak

Regional
Pergerakan Tanah di Sindanglangu Cianjur Meluas, Warga Berharap Direlokasi

Pergerakan Tanah di Sindanglangu Cianjur Meluas, Warga Berharap Direlokasi

Regional
Pacar 'Chatting' dengan Pria Lain, Mahasiswa Ini Pilih Gantung Diri di Kosnya

Pacar "Chatting" dengan Pria Lain, Mahasiswa Ini Pilih Gantung Diri di Kosnya

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar 28 Kali, Jarak Luncur Maksimum 1.000 Meter

Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar 28 Kali, Jarak Luncur Maksimum 1.000 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X