Telantar Saat Pisah dengan Induknya, Bayi Orangutan Dievakuasi Warga

Kompas.com - 05/11/2020, 08:35 WIB
Bayi orangutan disimpan dalam kotak kardus saat diserahkan jajaran Kodim 0909/Sangatta ke BKSDA Kaltim di Sangatta, Kutai Timur, Rabu (4/11/2020). Istimewa. Bayi orangutan disimpan dalam kotak kardus saat diserahkan jajaran Kodim 0909/Sangatta ke BKSDA Kaltim di Sangatta, Kutai Timur, Rabu (4/11/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Seekor bayi orangutan terlantar saat terpisah dari induknya, ditemukan warga di hutan di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (4/11/2020).

Warga mengevakuasi dan menyerahkan ke Babinsa jajaran Kodim 0909/Sangatta.

Bayi orangutan ini kemudian diberi sehelai kain sebagai selimut dan ditempatkan dalam kardus sebagai wadahnya.

“Diperkirakan usia 1 tahun. Dievakuasi warga karena terlantar di hutan,” ungkap Dandim 0909/Sgt Letkol Czi Pabate, Rabu (4/11/20).

Baca juga: BKSDA Kalbar dan IARI Translokasi Orangutan ke Hutan Rawa Gambut Ketapang

Di hari yang sama, jajaran Kodim 0909/Sangatta langsung menyerahkan bayi orangutan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, pukul 19.00 Wita.

Kepala Resort KSDA Kutai Timur dan Bontang Witono mengatakan, bayi orangutan ini selanjutnya dibawa ke Samboja, lokasi konservasi orangutan untuk dirawat.

“Setelah baik baru kita lepas lagi ke habibatnya. Kami berterimakasih kepada warga yang sudah menemukan dan Kodim 0909 Sangatta yang telah membantu menyelamatkan bayi orangutan ini,” ungkap Witono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
'Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga'

"Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga"

Regional
'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X