RSUD AWS Samarinda Tambah 28 Dokter Umum Bantu 21 Dokter Spesialis

Kompas.com - 15/09/2020, 15:37 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kaltim, Rabu (18/4/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kaltim, Rabu (18/4/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur, menambah 28 dokter umum untuk membantu dokter spesialis yang sejak awal bertugas menangani pasien Covid-19.

“Sejak awal sudah ada 21 dokter spesialis kita siapkan untuk penanganan pasien Covid-19. Karena kasus meningkat terus mereka akan dibantu 28 dokter umum lagi,” ungkap Humas RSUD AWS Samarinda, dr Arysia Andhina saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Ruang Isolasi Covid-19 Hampir Penuh, RSUD AWS Samarinda Rehab 2 Ruang Tambahan

Dia merinci, 21 dokter spesialis tersebut terdiri tiga dokter spesialis paru-paru, dua dokter spesialis penyakit dalam, enam dokter anesthesia dan 10 dokter spesialis anak.

“Dokter yang bertugas juga perlu untuk mobilisasi mengingat ada pasien lain diluar Covid-19 yang juga memerlukan perawatan mereka dan saat ini dokter umum yang berjumlah 28 orang direncanakan ikut membantu tugas dokter spesialis,” ungkap perempuan dengan sapaan dr Sisi ini.

Tak hanya dokter, RSUD AWS juga telah menyiapkan 97 perawat untuk menangani pasien Covid-19 di ruang seruni sebanyak 30 perawat, ruang Tulip 37 perawat, ruang flamboyan 30 perawat.

“Untuk perawat yang bertugas di tiga ruang perawatan Covid-19 juga memerlukan kesiapan mental dan fisik,” kata dia.

Baca juga: RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Selain tenaga medis, RSUD AWS juga menambah dua ruang rawat inap yang dapat menampung 58 pasien Covid-19.

“Tapi kondisi ini sangat fluktuatif karena perpindahan pasien dari IGD ke ruang isolasi biasa atau ke ruang perawatan Covid-19 tidak bisa diprediksi setiap harinya,” terang dia.

Diketahui, peningkatan kasus Covid-19 di Samarinda meningkat tajam sejak dua bulan terakhir saat dibuka kembali pelonggaran aktivitas masyarakat.

Pada Juli 2020 jumlah kasus di Samarinda 303 kasus. Namun, memasuki Agustus 2020 kasus meningkat menjadi 447 kasus. Naik tajam pada September 2020.

Hingga, Senin 14 September 2020, total 1.583 kasus positif.

Rinciannya, 989 dinyatakan sembuh, 536 masih dalam perawatan dan 58 pasien meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X