Ruang Isolasi Covid-19 Hampir Penuh, RSUD AWS Samarinda Rehab 2 Ruang Tambahan

Kompas.com - 15/09/2020, 00:03 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kaltim, Rabu (18/4/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kaltim, Rabu (18/4/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kalimantan Timur, merehab dua ruang tambahan untuk menampung pasien Covid-19.

Hal tersebut karena ruang saat tersedia hampir penuh seiring peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 yang dirujuk ke RSUD AWS meningkat.

“Direksi RSUD AWS telah merencanakan dua ruangan tambahan yang diharapkan bisa menampung pasien yang terus meningkat,” ungkap Humas RSUD AWS Samarinda, dr Arysia Andhina kepada Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Ruang Isolasi Rumah Sakit di Kulon Progo Penuh

Ruang yang direhab adalah ruang rawat inap biasa sehingga pihak rumah sakit menemui banyak kendala.

Misalnya, kata Sisi, sapaan akrab dr Arysia Andhina, akses ruangan yang berada di lantai dua hanya menggunakan satu lift saja untuk keluar masuk. Otomatis lalu lintas pasien Covid-19 dan petugas ruangan saling bersilangan.

Hal tersebut tentu meningkatkan risiko penularan dan mempersulit lalu lintas pelayanan.

“Itu juga yang jadi kendala kami. Tapi Insya Allah kami bisa atasi,” tuturnya.

Penambahan dua ruangan tersebut akan menambah kapasitas menjadi 58 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di RSUD AWS.

“Tapi kondisi ini sangat fluktuatif karena perpindahan pasien dari IGD ke ruang isolasi biasa atau ke ruang perawatan Covid-19 tidak bisa diprediksi setiap harinya,” terang dia.

Baca juga: Ruang Isolasi Covid-19 di Kaltim Penuh, Kabupaten dan Kota Diminta Siapkan RS Karantina

Untuk itu, dirinya berharap agar peran penting masyarakat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan standar protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lainnya.

Peningkatan kasus Covid-19 di Samarinda meningkat tajam sejak dua bulan terakhir saat dibuka kembali pelonggaran aktivitas masyarakat.

Kasus positif pertama di Samarinda terjadi Maret 2020 dengan satu kasus, kemudian naik jadi 19 kasus pada April 2020, dan eningkat lagi pada Mei 2020 jadi 43 kasus.

Kemudian, pada Juni 2020 kasus naik jadi 68 kasus. Naik lagi pada Juli 2020 jadi 303 kasus. Sejak itu mulai meningkat tajam seiring dibuka akses laut, udara dan darat.

Memasuki Agustus 2020 kasus meningkat tajam menjadi 447 kasus. Hingga, Senin (14/9/2020), jumlah kasus menjadi 1.583 kasus, 989 di antaranya sembuh, 536 kasus masih dalam perawatan dan 58 orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X