Tiga Rumah Sakit di Samarinda Jadi Klaster Penularan Covid-19

Kompas.com - 31/08/2020, 19:49 WIB
Ruang Tulip tempat isolasi pasien terjangkit Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Minggu (2/2/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRuang Tulip tempat isolasi pasien terjangkit Covid-19 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Minggu (2/2/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Tiga rumah sakit di Samarinda, Kalimantan Timur, jadi klaster penularan Covid-19.

Ketiga rumah sakit tersebut di antaranya RSUD IA Moeis Samarinda dengan lima kasus positif, RSUD Abdul Wahab Sjahranie dengan dua kasus positif, dan Rumah Sakit swasta Samarinda Medika Citra (SMC) dengan 10 kasus positif pada Senin (31/8/2020).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kosasih, menuturkan klaster rumah sakit tersebut muncul karena adanya penularan lokal yang sulit diidentifikasi sumber asal.

“Tenaga kesehatan itu makhluk sosial juga. Setelah pulang kerja mereka gabung ke masyarakat luas, jadi sulit diidentifikasi terpapar diluar atau saat jam kerja,” ungkap Ismed di Samarinda, Senin.

Baca juga: Imbas Munculnya Klaster Penjual Soto, Satu RT di Yogyakarta Di-lockdown

Bentukan klaster rumah sakit tersebut terdiri dari para tenaga kesehatan juga anggota keluarga para tenaga kesehatan setelah kontak erat di luar jam kerja.

Senada, Direktur RSUD IA Moeis, Syarifah Rahimah menuturkan tenaga kesehatan pun makhluk sosial. Sehingga ketika terjangkit covid-19, bagi dia, itu hal biasa.

“Kan bukan hanya nakes di kami saja. Rumah sakit lain juga jadi klaster kan,” ungkap dia saat dikonfirmasi terpisah.

Baca juga: Daftar Klaster Besar Penularan Virus Corona di Indonesia

Hasil tracing pihaknya, kata Syarifah, para nakes di rumah sakit yang ia pimpin terjangkit bukan hasil kontak erat dengan pasien positif yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Melainkan terjangkit diluar jam kerja karena adanya transmisi lokal,” sebut dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
'Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga'

"Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X