Sejak Penerapan PSBB di Kota Tarakan, Kurva Covid-19 Melandai

Kompas.com - 14/05/2020, 09:48 WIB
Wali Kota Tarakan dr Khairul saat meninjau pelabuhan masyarakat di Kelurahan Juwata Laut, Tarakan, Kaltara, Senin (27/4/2020). Dok. Humas Pemkot TarakanWali Kota Tarakan dr Khairul saat meninjau pelabuhan masyarakat di Kelurahan Juwata Laut, Tarakan, Kaltara, Senin (27/4/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Wali Kota Tarakan Khairul mengaku kasus positif Covid-19 menunjukan tren kurva melandai sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Selama dua pekan PSBB, terjadi penambahan sembilan kasus positif dari 27 kasus menjadi 36 kasus.

“Jika melihat tren maka kasus di Kota Tarakan dalam dua pekan ini, kurvanya melandai,” ungkap Khairul melalui pesan singkat, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Evaluasi 15 Hari PSBB Tarakan, Pelanggaran Terbanyak di Pelabuhan

Khairul menuturkan, untuk kasus transmisi lokal selama PSBB ada tiga kasus positif.

Ketiga orang ini terjangkit sebelum diberlakukan PSBB.

Karena pengambilan sampel swab sudah dilakukan sebelum PSBB, dan hasilnya baru diketahui positif setelah pemberlakukan PSBB.

“Karena itu, secara keseluruhan penerapan PSBB sudah berjalan efektif,” terang Khairul. 

Hanya saja, perlu ada pengawasan lebih intens agar bisa meminimalisir pelanggaran.

Baca juga: PSBB Tarakan, ASN dan Legislator Mondar-mandir Lewat Jalur Tikus

Hasil evaluasi dua pekan jalan PSBB, kata dia, pelanggaran tidak banyak terjadi.

Misalnya, di pelabuhan masih ada speedboat yang membawa penumpang masuk Tarakan pada malam hari agar tak terpantau petugas.

Kemudian pelanggaran penggunaan masker selama di luar rumah dan jam buka tutup toko atau warung sembako dan non sembako yang belum tertib.

“Tapi hanya satu atau dua saja yang belum tertib, makanya tim gabungan terus patroli dan menindak pelanggaran,” tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Marah 2 Mobil PCR Bantuan untuk Surabaya Malah Dialihkan ke Daerah Lain

Risma Marah 2 Mobil PCR Bantuan untuk Surabaya Malah Dialihkan ke Daerah Lain

Regional
3 Tahanan Kejaksaan Kabur dari Rutan Polsek, Bobol Terali Sel dan Panjat Plafon

3 Tahanan Kejaksaan Kabur dari Rutan Polsek, Bobol Terali Sel dan Panjat Plafon

Regional
Polisi OTT Oknum LSM dan BPD yang Diduga Peras Kades

Polisi OTT Oknum LSM dan BPD yang Diduga Peras Kades

Regional
Kisah Satgas Covid-19, Diancam Pakai Senjata Tajam, Diusir, hingga Menunggu Berjam-jam

Kisah Satgas Covid-19, Diancam Pakai Senjata Tajam, Diusir, hingga Menunggu Berjam-jam

Regional
Pemuda di Palembang Babak Belur Dianiaya Rekannya, Korban Dituduh Perkosa Sang Adik

Pemuda di Palembang Babak Belur Dianiaya Rekannya, Korban Dituduh Perkosa Sang Adik

Regional
UPDATE 29 Mei: Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong Mencapai 54 Kasus

UPDATE 29 Mei: Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong Mencapai 54 Kasus

Regional
Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda

Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda

Regional
Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Kakak Beradik Lumpuh di Tegal Terima Kebutuhan Pokok

Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Kakak Beradik Lumpuh di Tegal Terima Kebutuhan Pokok

Regional
Tidak Pakai Masker, Warga Dihukum Push-up dan Nyanyi Lagu 'Indonesia Raya'

Tidak Pakai Masker, Warga Dihukum Push-up dan Nyanyi Lagu "Indonesia Raya"

Regional
47 Pegawai RSUD Pontianak Dinyatakan Negatif Corona

47 Pegawai RSUD Pontianak Dinyatakan Negatif Corona

Regional
Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Manggarai Timur, NTT, Nol Kasus Covid-19, Ini Kuncinya

Regional
Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Fakta Penemuan Kerangka Manusia di Bogor, Berawal dari Menggali Septic Tank hingga Ditemukan Barang Antik

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Satu Karyawannya Positif Corona, Pusat Perbelanjaan di Ciamis Ditutup Sementara

Regional
Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Diduga Depresi karena Stroke, Ayah Bacok Anak Kandungnya Sendiri

Regional
1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

1 RW Terasing karena 9 Orang Positif Covid-19, Ketua RW: Warga Kami Ditolak Saat Beraktivitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X