Napi Tewas dan Ditemukan Banyak Luka Memar, Kalapas IIA Samarinda Bantah Ada Kekerasan

Kompas.com - 12/02/2020, 12:19 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Muhammad Ilham Agung membantah ada tindak kekerasan terhadap meninggalnya seorang napi binaannya bernama Ahmad Syukur (34).

"Enggak ada itu. Enggak benar informasi itu," kata dia.

Namun saat disinggung terkait luka memar yang ditemukan pada tubuh korban, ia enggan memberikan penjelasan.


"Nanti kami selidiki internal," ujar Ilham.

Sementara itu, Sugianto mengaku ada kejanggalan dari penyebab kematian saudaranya Ahmad syukur di lapas.

Sebab, saat jenazah korban dimandikan oleh pihak keluarga ditemukan sejumlah luka memar di bagian tubuhnya, seperti di pinggang, dada, dan pundak.

"Kami duga dipukul. Adik saya meninggal tidak wajar," ucap Sugianto (44), saudara Ahmad saat melapor dugaan penganiayaan ke Mapolresta Samarinda, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Napi Lapas Kelas IIA Samarinda Tewas, Pihak Keluarga Duga Dianiaya

Sebelum korban dinyatakan meninggal, ia mengaku keluarga sempat mendapat kabar dari pihak Lapas Kelas IIA Samarinda bahwa Ahmad sakit dan harus dirawat ke RSUD AWS pada Senin (10/2/2020) sore.

Setelah dirawat di rumah sakit sekitar 11 jam, korban dinyatakan meninggal pada Selasa (12/2/2020) sekitar pukul 4.30 WITA.

Karena adanya kejanggalan itu, keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkannya kepada polisi dan meminta jenazah korban dilakukan visum.

Penulis : Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor : David Oliver Purba

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Rektorat Unnes Minta Debat Rektor dan Dosen yang Diduga Hina Jokowi Ditangguhkan

Regional
Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Perahu yang Ditumpangi Satu Keluarga Tenggelam di Maluku, 1 Tewas

Regional
Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Nasib Gibran di Pilkada Solo Ditentukan Maret

Regional
Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Kecelakaan Truk di Jalan Pasuruan-Probolinggo, Satu Orang Tewas

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Bupati dan Wakil Bupati Bantul Pecah Kongsi dalam Pilkada 2020, Wabup Diusung PDI-P

Regional
Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Viral Calon Polisi di Palu Sujud di Kaki Ayahnya, Ini Ungkapan Sang Ibu

Regional
Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Kekurangan Guru SD, Babinsa Mengajar Baca Tulis di Merauke

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Melonguane, Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Izin Pinjam Gedung Dibatalkan, Lokasi Debat Rektor dan Dosen Unnes Dipindahkan

Regional
Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Demo Biaya Sewa Kantin, Mahasiswa Unpatti Blokade Jalan Menuju Bandara

Regional
Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Diduga Berbuat Mesum, Pria asal Portugal di Lhokseumawe Ditangkap

Regional
Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Cerita Anak Penjual Sate Keliling yang Jadi Polisi, Viral Setelah Cium Kaki Ayahnya

Regional
Penangguhan Penahanan Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana Tak Dipenuhi, Ini Alasan Polisi

Penangguhan Penahanan Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana Tak Dipenuhi, Ini Alasan Polisi

Regional
Ini Progres Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika

Ini Progres Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika

Regional
22 Kaca KA Penataran Rusak Terkena Lemparan Batu, Diduga Ulah Suporter

22 Kaca KA Penataran Rusak Terkena Lemparan Batu, Diduga Ulah Suporter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X