Bupati di Ibu Kota Negara Akan Bersihkan Oknum Penghambat Investasi

Kompas.com - 12/02/2020, 11:26 WIB
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (11/2/2020). IstimewaBupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud menyebut akan membersihkan orang-orang yang menghambat investasi di PPU.

Terlebih, saat ini PPU telah ditunjuk sebagai ibu kota negara pengganti Jakarta.

"Kami akan bersihkan orang-orang yang hambat investasi karena menurut kami sangat merugikan bangsa dan negara," ungkap AGM, sapaannya, sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Bukan Sebagian, Seluruh Wilayah Penajam Paser Utara Akan Jadi Ibu Kota Negara

AGM mengatakan, dalam pertemuannya bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, banyak membahas masalah investasi di PPU.

"Kami bahas aturan inventasi. Beberapa waktu lalu ada orang atau pengusaha lokal yang investasi di PPU dibenturkan dengan aturan yang tidak jelas," ujarnya.

Dirinya sudah menginstruksikan agar semua inventasi yang masuk ke PPU dibuat mudah.

Hal itu sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan ruang investasi harus dibuka dan diberi kemudahan.

"Karena investasi itu orang bawa dana buat kita. Kita tak perlu pakai APBD lagi, ini malah dihambat," kata dia.

Baca juga: Ibu Kota Negara Pindah, Ini Komitmen Pemprov Kaltim untuk Jaga Lingkungan

Dengan membuka ruang investasi yang ramah bagi pengusaha, kata dia, maka akan membuat PPU jadi lebih baik.

Multiplier effect seperti perputaran ekonomi masyarakat, pembukaan lapangan kerja, dan lainnya akan terdongkrak jika PPU ramah dengan inventasi.

Nantinya, kata Bupati PPU, akan ada asistensi dari BKPM dalam memproses perizinan sehingga sinkronisasi regulasi dapat berjalan dengan baik.

Selaku bupati, AGM mengaku berkomitmen akan mempercepat iklim investasi yang baik di PPU.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Gubernur Kepri Isdianto 2 Kali Tes Swab, Ini Hasilnya

Regional
Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Seorang Pejabat Utama Polres Madiun Positif Covid-19, Pelayanan Tetap Berjalan

Regional
KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

KPK Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur karena Diperas Kejaksaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X