Merasa Nama Baik Tercemar, Wakil Bupati Kutai Timur Laporkan 3 Bawahannya ke Polisi

Kompas.com - 15/01/2020, 18:43 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur, Kasmidi Bulang. IstimewaWakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur, Kasmidi Bulang.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Wakil Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, Kasmidi Bulang melaporkan tiga pejabat di lingkungan Kabupaten Kutai Timur ke Polres Kutai Timur, Jumat (10/1/2020).

Laporan itu diajukan Kasmidi karena merasa nama baiknya dicemarkan ketiga bawahannya tersebut.

Menurut Kasmidi, ketiganya menceritakan hal negatif mengenai dirinya hingga tersebar di pesan WhatsApp.

"Rekaman itu tersebar ke grup WhatsApp Pemkab Kutim. Grup itu beranggotakan semua pejabat dari bupati, kepala dinas hingga camat," kata Kasmidi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Raja Keraton Agung Sejagat Buka Angkringan di Kontrakan Sejak 2018

Kasmidi enggan menyebut nama yang dia laporkan.

Ketiga pejabat tersebut, kata Kasmidi membicarakan soal mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Kutim yang menjadi kewenangan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Menurut dia, pembicaraan ketiganya seputar dinamika diskusi yang terjadi dalam tim Baperjaket dan menyeret namanya ke hal negatif.

"Prinsipnya bahwa saya sebagai pimpinan tidak layak dibicarakan, apalagi kalau enggak benar," ucap Kasmidi.

Tim Baperjakat Pemkab Kutim diketuai Bupati Kutim Ismunandar, beranggotakan Wakil Bupati, Sekda Kutim, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Asisten III dan Kepala Inspektorat.

"Dari tiga yang saya laporkan, dua dari tim Baperjakat dan satu orang dari luar," ucap dia.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
Gubernur Sumsel Putuskan Tidak 'Lockdown', Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Gubernur Sumsel Putuskan Tidak "Lockdown", Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X