Hakim PN Balikpapan yang di OTT KPK Divonis 7 Tahun Penjara

Kompas.com - 08/01/2020, 17:14 WIB
Suasana sidang Kayat di ruang sidang tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (8/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSuasana sidang Kayat di ruang sidang tindak pidana korupsi Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (8/1/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kayat divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (8/1/2020).

Kayat sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap dari seorang pengusaha, Sudarman melalui pengacaranya, Jhonson Siburian pada Mei 2019.

Kayat dijerat pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tak hanya Kayat, sidang putusan yang dipimpin Hakim Agung Sulistiyono didampingi Hakim anggota Abdurrahman Karim dan Arwin Kusmanta juga memutus bersalah Sudarman dan Jhonson Siburian sebagai pemberi suap.

Baca juga: MA Berhentikan Sementara Hakim Kayat yang Berstatus Tersangka Kasus Korupsi

Keduanya dijatuhkan penjara masing-masing selama lima tahun enam bulan, dan denda Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan.

Sudarman dan Jhonson Siburian juga terbukti melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Atas putusan ini ketiganya langsung ditahan," ungkap Hakim Agung Sulistiyono dalam putusannya, Rabu.

Usia vonis, Kayat langsung ditahan di Rutan Klas IIA Sempaja Samarinda, sementara Sudarman dan Jhonson ditahan di Lapas Klas IIA Jalan Jendral Sudirman, Samarinda.

Atas putusan tersebut, Sudarman memutuskan untuk pikir-pikir, sedangkan Kayat dan Jhonson Siburian menerima.

Jaksa KPK Arif Suherman mengatakan, dalam perkara Kayat, hanya tuntutan soal uang pengganti yang tak dikabulkan hakim.

Sementara, Sudarman dan Jhonson hampir semua putusan, pertimbangan hakim sama dengan tuntutan jaksa. Hanya berbeda dalam tuntutan jaksa 8 tahun penjara.

"Jadi prinsipnya kami masih pikir-pikir," ungkapnya kepada Kompas.com usai sidang.

Baca juga: Istri Ikut Bantu Bunuh Hakim PN Medan di Samping Anaknya di Kasur

Sebagai informasi, Kayat disuap Sudarman melalui Jhonson Siburian dengan tujuan divonis bebas oleh Kayat dalam perkara nomor 697/Pid.B/2018/PN Bpp tentang pemalsuan surat yang disidangkan di PN Balikpapan.

Aksi suap terendus KPK hingga berujung tangkap tangan. KPK mengamankan uang tunai senilai Rp 227,2 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Regional
Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X