Ayah Korban Menduga Diculik, Bocah 4 Tahun Hilang Dua Pekan Belum Ditemukan

Kompas.com - 06/12/2019, 17:28 WIB
Bocah usia empat tahun Yusuf Ahmad Ghazali yang hilang di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal beralamat di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, sejak Jumat (22/11/2019) belum juga ditemukan. IstimewaBocah usia empat tahun Yusuf Ahmad Ghazali yang hilang di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal beralamat di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda, sejak Jumat (22/11/2019) belum juga ditemukan.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Hari ini genap dua pekan atau 14 hari hilangnya bocah empat tahun di Samarinda, Kalimantan Timur. Bocah itu hingga kini tak kunjung ditemukan.

Bocah bernama Yusuf Ahmad Ghazali adalah murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jannatul Athfaal berlamat di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.

Yusuf menghilang saat sedang bermain dengan enam bocah lain dalam kelas, pada Jumat (22/11/2019) pekan lalu.

Berbagai upaya pencarian dilakukan polisi dan keluarga namun belum juga membuahkan hasil.

Baca juga: Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Ayah korban, Bambang Sulisto (37) masih berharap anaknya ditemukan dalam kondisi sehat.

Selama dua pekan pihak keluarga melakukan pencarian melalui kerabat keluarga, teman, pun pencarian melalui media sosial.

"Kami sebar lewat media sosial. Kami terus cari. Berharap ditemukan dalam kondisi sehat," kata dia lirih, Jumat (6/12/2019).

Bambang mengatakan, pihak keluarga tetap menunggu hasil penyelidikan polisi.

"Kami Koordinasi terus. Kadang saya telpon tanya polisi. Kadang polisi yang telpon saya lapor perkembangan. Komunikasinya dalam proses pencarian," kata Bambang.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Mohammad Ridwan mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X