Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Kompas.com - 17/11/2019, 13:22 WIB
Rumput tumbuh di tempat duduk penonton Stadion Utama Palaran Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (30/10/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRumput tumbuh di tempat duduk penonton Stadion Utama Palaran Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (30/10/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali terus memantau sejumlah fasilitas olahraga yang rusak di daerah.

Salah satunya adalah Stadion Utama Palaran di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kondisi stadion itu tak terurus karena biaya perawatan minim.

Menpora mengatakan, sepanjang Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa membantu suntikan dana, maka hal itu akan dilakukan.

"Yang penting tak melanggar aturan. Sejauh masih dalam koridor maka akan kita lakukan," ucap Amali, saat membuka Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) V di Gelanggang Olahraga (GOR) Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (16/11/2019) malam.

Baca juga: Dibangun dengan Dana Rp 800 M, Begini Kondisi Stadion Palaran Samarinda Sekarang

Zainudin Amali mengatakan, alokasi bantuan dana untuk perbaikan sarana dan prasarana olahraga semua daerah baik provinsi dan kabupaten/kota memang ada, hanya terbatas.

Karena itu, Kemenpora akan melihat sisi prioritas.

"Jadi perlu dukungan pemerintah daerah juga. Sejauh yang jadi kewenangan kita dan tersedia kita lakukan," kata Amali.

Sejak diangkat jadi Kemenpora, Zainudin Amali mengaku sedang dalam tahapan meninjau tata kelolah dan program di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Semua itu dilakukan dalam rangka menyelaraskan program di Kemenpora dan visi misi presiden dan wakil presiden lima tahun ke depan.

"Kalau sudah oke jalan kita teruskan. Kalau yang belum oke kita akan sesuai. Karena arahan Bapak Presiden kepada kami. Kita harus menyesuaikan dengan visi dan program prioritas," kata politisi Partai Golkar ini.

Baca juga: Stadion Utama Palaran Jadi Tempat Pembuka PGK II

Perlu diketahui, kondisi Stadion Utama Palaran di beberapa bagian dinding tembok retak parah.

Di sela retakan ditumbuhi rumput hingga ke tribun, tempat duduk penonton. Sampah berserakan.

Tempat duduk penonton kotor berlumut dan dibeberapa bagian rusak. Lantai di dalam dan di luar gedung tampak rusak.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga, Sayid Husein Sadly minim dana perawatan jadi penyebab.

Idealnya, kata dia, dana perawatan minimal Rp 2 miliar per tahun. Hanya saja, dana yang tersedia ratusan juta.

"Setiap tahun kami terima dana Rp 1,3 miliar untuk dua perawatan dua stadion," kata dia, belum lama ini.

Sejak diresmikan 2008 ini stadion berkapasitas 67.075 penonton ini menelan biaya Rp 800 miliar dan pernah digunakan pada PON 2008.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Regional
Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Regional
Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

Regional
Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Regional
RSUD Soetomo: Ada Pasien Takut Pulang Sebelum 2 Kali Negatif, Khawatir Ditolak

RSUD Soetomo: Ada Pasien Takut Pulang Sebelum 2 Kali Negatif, Khawatir Ditolak

Regional
Fakta 3 Wanita Joget Tiktok India di Jembatan Suramadu, Dilacak dari CCTV, Polisi Perketat Patroli

Fakta 3 Wanita Joget Tiktok India di Jembatan Suramadu, Dilacak dari CCTV, Polisi Perketat Patroli

Regional
Pasca-Bentrokan BLT di Madina, Kaum Pria Diduga Kabur hingga 3 Terduga Provokator Ditangkap

Pasca-Bentrokan BLT di Madina, Kaum Pria Diduga Kabur hingga 3 Terduga Provokator Ditangkap

Regional
'Kami Tak Menemukan Satu Pun Laki-laki di Kampung Ini..'

"Kami Tak Menemukan Satu Pun Laki-laki di Kampung Ini.."

Regional
Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X