Dikepung Tambang Batu Bara, SD Filial di Samarinda Miliki 17 Siswa dan 2 Guru

Kompas.com - 13/11/2019, 17:57 WIB
Guru honorer Bertha Buadera saat mengajari anak muridnya di SD Filial 004 Samarinda Utara di Kampung Berambai, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONGuru honorer Bertha Buadera saat mengajari anak muridnya di SD Filial 004 Samarinda Utara di Kampung Berambai, Selasa (12/11/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Herpina (24) dan Berta Bua'dera (56) adalah dua guru yan mengajar di SD Filial 004 Samarinda Utara, di Kampung Berambai, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara.

SD tersebut berada di batas kota dan bersisian dengan Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara.

Dari Desa Bangun Rejo, SD tersebut berjarak 8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Saat musim hujan, jalan yang dilalui becek dan berlumpur.

Baca juga: Nasib SD Filial di Samarinda, Berdiri Dikepung Tambang Batu Bara

Di SD Filial 004 Samarinda Utara itu, Herpina dan Berta Bua'dera mengajar 17 siswa.

Satu murid duduk di kelas I. Tiga murid duduk di kelas II, III, IV dan V. Sedang kelas VI ada empat murid.

Sekolah itu memiliki tiga ruang yang disekat dengan triplek.

Satu ruang untuk kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Satu ruang lain untuk kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Dan satu ruang untuk ruang guru.

"Kami berdua mengajar semua mata pelajaran, kecuali agama dan Bahasa Inggris. Tidak ada gurunya," tambah Bertha.

Baca juga: Dieksploitasi untuk Tambang Mineral dan Batu Bata, 55 Pulau Kecil Terancam Hilang

 

Dikepung tambang batu bara

Bekas tumpuhkan batu bara yang tersisa di depan SD Filial 004 di Kampung Berambai, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Bekas tumpuhkan batu bara yang tersisa di depan SD Filial 004 di Kampung Berambai, Selasa (12/11/2019).
Saat Kompas.com berkunjung ke SD tersebut, Selasa (12/11/2019), satu unit eksavator terparkir di depan sekolah dan di tepi jalan.

Sementara itu beberapa unit eksavator sedang menggaruk tanah di sekitar sekolah.

Sepanjang jalan masuk, galian tambang batu bara nyaris mengepung sekolah dan Kampung Berambai.

Saat berdiri di depan sekolah, terlihat lubang bekas tambang galian di sebelah kanan dan kiri sekolah. ALat-alat berat juga terlihat mengeruk tanah di sekitar sekolah.

Baca juga: Reklamasi Bekas Tambang Timah di Pantai Terapkan Transplantasi Karang dan Fish Shelter

Sekolah tersebut berada di tengah-tengah aktivitas tambang batu bara.

Selain di depan, kanan, dan kiri gedung sekolah, aktivitas batu bara juga ada di belakang sekolah, walaupun jaraknya agak jauh

Saat waktu angkat batu bara, dump truck hilir mudik di depan sekolah.

"Kalau debu tambang kami sudah biasa," kata Bertha.

Saat ditanya lebih jauh tentang aktivitas tambang di dekat sekolah, mereka bedua tak ingin menanggapinya lebih jauh.

Baca juga: 4 Fakta di Balik Kapolsek Bersimpuh Cegah Massa Anarkis Saat Demo Tambang Liar

Selain debu tambang, pondasi belakang sekolah terlihat retak. Bukan hanya itu, ubin lantai ruang kelas juga retak dan terlepas.

Walaupun penyebab retaknya bangunan sekolah belum jelas, Bertha menduga hal tersebut dipicu tanah bergerak.

"Tanah di situ turun. Turapnya sudah tidak kuat," kata Bertha.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Zakarias Demon Daton | Editor: Aprillia Ika)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

Regional
Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Regional
RSUD Soetomo: Ada Pasien Takut Pulang Sebelum 2 Kali Negatif, Khawatir Ditolak

RSUD Soetomo: Ada Pasien Takut Pulang Sebelum 2 Kali Negatif, Khawatir Ditolak

Regional
Fakta 3 Wanita Joget Tiktok India di Jembatan Suramadu, Dilacak dari CCTV, Polisi Perketat Patroli

Fakta 3 Wanita Joget Tiktok India di Jembatan Suramadu, Dilacak dari CCTV, Polisi Perketat Patroli

Regional
Pasca-Bentrokan BLT di Madina, Kaum Pria Diduga Kabur hingga 3 Terduga Provokator Ditangkap

Pasca-Bentrokan BLT di Madina, Kaum Pria Diduga Kabur hingga 3 Terduga Provokator Ditangkap

Regional
'Kami Tak Menemukan Satu Pun Laki-laki di Kampung Ini..'

"Kami Tak Menemukan Satu Pun Laki-laki di Kampung Ini.."

Regional
Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X