Pemkab Kukar Akui Belum Beri Bantuan Pemeliharaan Hutan Kota Milik Kakek Suhendri

Kompas.com - 04/11/2019, 18:44 WIB
Hutan kota milik Suhendri Kakek 78 Tahun di Tenggarong Kutai Kartanegara, Kamis (31/10/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONHutan kota milik Suhendri Kakek 78 Tahun di Tenggarong Kutai Kartanegara, Kamis (31/10/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur mengakui belum pernah memberi bantuan dana pemeliharaan hutan kota yang dibangun Suhendri, kakek berusia 78 tahun.

Hutan yang berlokasi di Jalan Pesut Bukit Biru Tenggarong, Kukar, ini murni dibiayai sendiri oleh kakek tiga anak ini.

"Sejauh ini kita hanya beri penghargaan. Belum ada dukungan dana secara langsung," ujar  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kukar Alfian Noor saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Kisah Suhendri, Kakek yang Tolak Rp 10 Miliar demi Jaga Hutan: Idolakan Soekarno hingga Diperhatikan Mahasiswa Jepang

Pemkab beralasan, hutan milik Suhendri statusnya belum ditetapkan sebagai hutan kota.

Selain itu, hutan yang dibangun Suhendri telah ditata dengan baik, bahkan telah dipagari keliling menggunakan kayu.

Hal-hal tersebut yang menjadi alasan Pemkab belum memberikan bantuan dana.

Sejauh ini, Alfian mengatakan, pihaknya hanya memberi sejumlah penghargaan baik dari Bupati, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kukar, serta stakeholder lainnya.

Selain itu, Dinas LHK telah mengusulkan Suhendri sebagai penerima penghargaan Kalpataru di bidang perlindungan lingkungan untuk perorangan dan tokoh perintis lingkungan.

"Penilaian Adipura pun lokasi hutan milik Pak Suhendri jadi lokasi penilaian, karena masuk ruang terbuka hijau," kata Alfian.

Selama ini Suhendri membangun dan merawat hutan miliknya menggunakan dana pribadi.

Ia membangun pondok penerima kunjungan wisata agroforestri. Hasil bantuan dari para pengunjung digunakan untuk memelihara hutan miliknya.

Alfian mengakui lahan milik Suhendri letaknya sangat strategis.

Berkali-kali Suhendri ditawarkan untuk mengalihkan fungsi lahan jadi hotel atau perumahan.

Namun, lahannya itu tak dilepas Suhendri.

Total lahan yang dikuasai Suhendri sekitar 3 hektar lebih, dan dibagi dua lokasi hutan.

"Kami sangat apresiasi komitmen Beliau (Suhendri) menjaga hutan. Itu wilayah strategis banyak yang incar, tapi dia tak mau lepas," kata Alfian.

Menanggapi komitmen Suhendri yang ingin menjaga hutan sampai akhir hayatnya, Alfian akan berkoordinasi dengan kakek 78 tahun ini.

Baca juga: Fakta Kakek Suhendri Tanam 1.000 Bibit di Lahan 1,5 Hektar, Jaga Hutan Selama 33Tahun

Menurut Alfian, jika nantinya hutan diserahkan ke keluarga dengan komitmen yang sama menjaga keberlanjutan hutan, maka pihaknya akan mendukung.

Namun, jika tidak, pihaknya bisa menerima hutan kota itu, kemudian didaftarkan statusnya jadi hutan kota dalam peraturan bupati atau peraturan daerah.

Hal itu guna menjaga kelangsungan hutan kota ini.

"Kami juga ingin itu jadi paru-paru Kota Tenggarong. Apakah sifatnya hibah atau bagaimana itu teknis saja," kata Alfian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 Diantaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 Diantaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Data Base DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Data Base DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Kapal Tanker MT Horizon Dirompak di Selat Riau, 1 Pelaku Ditangkap ABK

Regional
Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X