Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Jangan Sampai Masalah Jakarta Pindah ke Kaltim

Kompas.com - 05/10/2019, 07:00 WIB
Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Masjaya saat diwawancara awak media, Rabu (21/8/2019) KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRektor Universitas Mulawarman (Unmul) Masjaya saat diwawancara awak media, Rabu (21/8/2019)

SAMARINDA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Masjaya menjadi salah satu dari sembilan juri sayembara desain ibu kota negara yang dihelat Kementerian PUPR.

Menjadi satu-satunya juri dari Kaltim, Masjaya akan menyampaikan kondisi Kaltim, termasuk aspirasi masyarakat.

Menurut dia, hal yang patut disoroti adalah desain ibu kota yang terkoneksi dengan kota penyangga yaitu Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), dan beberapa kabupaten lain di sekitarnya.

"Sehingga kota-kota penyangga ini lebih hidup. Saya akan fokus desain rancangan desain ibu kota negara seluas 180 hektar itu terkoneksi dengan kota penyangga," ujar Masjaya, Kamis (3/10/2019) di Samarinda.

Baca juga: Jadi Juri Sayembara Desain Ibu Kota, Ini Kata Ridwan Kamil

Masjaya juga akan menyoroti masalah lingkungan dan polusi udara.

Untuk itu desain ibu kota negara harus berbasis hutan kota (forest city) sebagai ciri khas Kaltim yang kaya akan hutan.

"Bila perlu ruang terbuka hijau (RTH) dinaikin jadi 70 persen. Kajian Bapennas RTH kan 50 persen," ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berbagai Modus Perdagangan Manusia, dari Pengantin Pesanan hingga Pemberian Beasiswa

Berbagai Modus Perdagangan Manusia, dari Pengantin Pesanan hingga Pemberian Beasiswa

Regional
Warisan Benda Purbakala Bikin Cirebon Berpotensi Jadi Kota Wisata Sejarah

Warisan Benda Purbakala Bikin Cirebon Berpotensi Jadi Kota Wisata Sejarah

Regional
Napi Lapas di Pontianak Tewas Tergantung, Diduga Dibunuh

Napi Lapas di Pontianak Tewas Tergantung, Diduga Dibunuh

Regional
Mahasiswa Universitas Brawijaya soal Kantin CL: Nyaman dan Teduh

Mahasiswa Universitas Brawijaya soal Kantin CL: Nyaman dan Teduh

Regional
Kabut Asap Kian Tebal, Dinas Pendidikan Ogan Ilir Kembali Liburkan Siswa

Kabut Asap Kian Tebal, Dinas Pendidikan Ogan Ilir Kembali Liburkan Siswa

Regional
Batik 'Indonesia Raya' yang Dipakai Gibran Akan Diproduksi Massal di Pilkada Solo

Batik "Indonesia Raya" yang Dipakai Gibran Akan Diproduksi Massal di Pilkada Solo

Regional
Terungkapnya Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel Omega

Terungkapnya Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel Omega

Regional
Kolom Letusan Gunung Merapi 3.000 Meter, Penerbangan Masih Aman

Kolom Letusan Gunung Merapi 3.000 Meter, Penerbangan Masih Aman

Regional
 Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan ke Polisi: Ini Kasus Hukum Pertama di TNI Terkait UU ITE

Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan ke Polisi: Ini Kasus Hukum Pertama di TNI Terkait UU ITE

Regional
Sempat Meletus, Begini Kondisi Gunung Merapi Saat Ini

Sempat Meletus, Begini Kondisi Gunung Merapi Saat Ini

Regional
Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Puluhan Babi di Tapanuli Utara Mati Terserang Virus Hog Cholera

Regional
Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Wanita Tewas di Hotel Dibunuh karena Menolak Berhubungan Badan Lebih Lama

Regional
Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Siap-siap, Sebentar Lagi Semarang Akan Miliki Trem

Regional
Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

Regional
Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, bagi Pelanggar Akan Ditindak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X