Ibu Kota Baru Dikritik Ridwan Kamil Terlalu Luas, Ini Komentar Gubernur Kaltim

Kompas.com - 10/09/2019, 07:21 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai awak media di kediamannya, Sungai Kunjang Samarinda. KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONGubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai awak media di kediamannya, Sungai Kunjang Samarinda.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor ikut menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal luas lahan ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Ridwan Kamil lahan yang disiapkan untuk ibu kota negara di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian di Kutai Kartanegara terlalu luas sehingga boros infrastruktur.

Isran Noor tak mempersoalkan komentar Kamil. Namun, menurut Isran luas lahan yang disiapkan wajar saja. Karena Kaltim punya lahan yang luas.

Selain itu, penyediaan lahan yang luas juga diperuntukkan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Baca juga: Bertemu Jokowi, Ridwan Kamil Kritik Luas Lahan Ibu Kota Baru

"Boleh-boleh saja orang komentar. Saya tidak tahu persis konteks luas yang dimaksud bagaimana. Tapi saya jelaskan kenapa lahan yang luas. Supaya ruang terbuka hijau lebih luas. Nggak sempit," kata Isran Noor di Samarinda, pada Senin (9/9/2019).

Dia mengatakan pembangunan ibu kota negara Indonesia punya umur panjang. Untuk itu perlu dipersiapkan matang, termasuk kesiapan lahan.

"Namanya ibu kota negara ini seumur dunia ini. Kalau bisa sampai dunia akhirat, ibu kota negara ini ada. Jadi harus luas. Di jaga kelangsungannya dan kenyamananya," tutur Isran.

Forest City

Penyediaan lahan yang luas, kata Isran sejalan dengan konsep pembangunan ibu kota negara Forest city (hutan kota), Green city (kota hijau), Smart city (kota pintar). Untuk itu diperlukan lahan luas.

Selain itu, hutan yang ada di kawasan di ibu kota negara juga akan direvitalisasi seperti Taman Hutan Raya Bukit Soeharto hingga kawasan hutan penyangga lainnya.

Saat ini kata Isran, Universitas Mulawarman di Samarinda telah menjadikan kawasan Bukit Soeharto sebagai hutan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Pasangan yang Tertangkap Bercumbu Dicambuk di Taman Kota

Tiga Pasangan yang Tertangkap Bercumbu Dicambuk di Taman Kota

Regional
Ibu Bayi 14 Bulan Janji Tak Akan Lagi Berikan Anaknya 5 Gelas Kopi Sehari

Ibu Bayi 14 Bulan Janji Tak Akan Lagi Berikan Anaknya 5 Gelas Kopi Sehari

Regional
Ini Pesan dan Foto yang Dikirim TKW Lily ke Keluarga Sebelum Meninggal

Ini Pesan dan Foto yang Dikirim TKW Lily ke Keluarga Sebelum Meninggal

Regional
Fakta Terkini Gempa Tuban, Warga Lombok Panik hingga Penjelasan BMKG

Fakta Terkini Gempa Tuban, Warga Lombok Panik hingga Penjelasan BMKG

Regional
Fakta Baru Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua, 2 Kali Pencarian hingga Belum Ditemukan

Fakta Baru Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua, 2 Kali Pencarian hingga Belum Ditemukan

Regional
Sumur Minyak Era Belanda Mendadak Semburkan Lumpur

Sumur Minyak Era Belanda Mendadak Semburkan Lumpur

Regional
Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Dievakuasi, Selamat, dan Sehat

Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Dievakuasi, Selamat, dan Sehat

Regional
Setiap Kamis Pahing, Sivitas Akademika FK UGM Gunakan Pakaian Tradisional Jawa

Setiap Kamis Pahing, Sivitas Akademika FK UGM Gunakan Pakaian Tradisional Jawa

Regional
Ini Penjelasan Gempa Tuban Terasa hingga Denpasar

Ini Penjelasan Gempa Tuban Terasa hingga Denpasar

Regional
Melirik Hobi Manuskrip Kuno, Menjaga Warisan, Melawan Mitos Kualat

Melirik Hobi Manuskrip Kuno, Menjaga Warisan, Melawan Mitos Kualat

Regional
Banyak Kejanggalan, Keluarga Menduga TKW Lily Dibunuh, Organ Tubuh Diambil

Banyak Kejanggalan, Keluarga Menduga TKW Lily Dibunuh, Organ Tubuh Diambil

Regional
Gempa Tuban Dirasakan hingga Yogyakarta, Guncangan Tak Besar

Gempa Tuban Dirasakan hingga Yogyakarta, Guncangan Tak Besar

Regional
Udara Palembang di Level Tidak Sehat, Dinkes Sumsel Belum Sediakan Safe House

Udara Palembang di Level Tidak Sehat, Dinkes Sumsel Belum Sediakan Safe House

Regional
Kebakaran di Pulau Enggano, 150 Kepala Keluarga Kehilangan Pekerjaan

Kebakaran di Pulau Enggano, 150 Kepala Keluarga Kehilangan Pekerjaan

Regional
Terungkap, 20 Anak Dijadikan Pengemis, Malam Hari Disuruh Minta-minta di Jalan

Terungkap, 20 Anak Dijadikan Pengemis, Malam Hari Disuruh Minta-minta di Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X