Pusat Studi Antikorupsi Universitas Mulawarman Minta Presiden Tolak Revisi UU KPK

Kompas.com - 07/09/2019, 19:40 WIB
Pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Dalam aksinya mereka menolak revisi UU KPK dan menolak calon pimpinan KPK yang diduga bermasalah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj. SIGID KURNIAWANPegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (6/9/2019). Dalam aksinya mereka menolak revisi UU KPK dan menolak calon pimpinan KPK yang diduga bermasalah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pusat Studi Antikorupsi ( SAKSI) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman di Samarinda, Kalimantan Timur, merespons rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Mereka meminta Presiden Joko Widodo menolak draft revisi UU KPK yang diajukan DPR RI.

Menurut SAKSI, penolakan tersebut sebagai bentuk komitmen perlawanan terhadap korupsi yang selama ini dikampanyekan Presiden Jokowi.

"Sebab, tanpa persetujuan Presiden, revisi UU KPK tersebut tidak akan disahkan," ujar Koordinator SAKSI Herdiansyah Hamzah di Samarinda, Sabtu (7/9/2019).

Baca juga: Tanggapi Dewan Pengawas KPK, Abraham Samad: Makhluk Apalagi Ini?

Menurut Herdiansyah, setidaknya ada enam poin krusial terkait kewenangan KPK yang berpotensi dilumpuhkan oleh draft revisi UU KPK tersebut.

Herdiansyah mengatakan, KPK sejatinya bukan bagian dari cabang kekuasaan eksekutif, legsilatif maupun yudikatif.

KPK adalah lembaga negara independen yang bebas dari pengaruh kepentingan cabang kekuasaan manapun.

"Kita menengok ke belakang, upaya menempatkan KPK di bawah cabang kekuasaan eksekutif, jelas untuk memudahkan DPR untuk mengajukan hak angket kepada KPK," tutur Herdiansyah.

Selain itu, ada upaya pelemahan lain, yakni penyadapan KPK harus seizin dewan pengawas.

Cara ini dinilai melumpuhkan kewenangan penyadapan yang selama ini menjadi mahkota KPK. Izin dewan pengawas, kata Herdiansyah, harus dipahami sebagai kontrol mutlak terhadap penyadapan KPK.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Pasangan yang Tertangkap Bercumbu Dicambuk di Taman Kota

Tiga Pasangan yang Tertangkap Bercumbu Dicambuk di Taman Kota

Regional
Ibu Bayi 14 Bulan Janji Tak Akan Lagi Berikan Anaknya 5 Gelas Kopi Sehari

Ibu Bayi 14 Bulan Janji Tak Akan Lagi Berikan Anaknya 5 Gelas Kopi Sehari

Regional
Ini Pesan dan Foto yang Dikirim TKW Lily ke Keluarga Sebelum Meninggal

Ini Pesan dan Foto yang Dikirim TKW Lily ke Keluarga Sebelum Meninggal

Regional
Fakta Terkini Gempa Tuban, Warga Lombok Panik hingga Penjelasan BMKG

Fakta Terkini Gempa Tuban, Warga Lombok Panik hingga Penjelasan BMKG

Regional
Fakta Baru Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua, 2 Kali Pencarian hingga Belum Ditemukan

Fakta Baru Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Papua, 2 Kali Pencarian hingga Belum Ditemukan

Regional
Sumur Minyak Era Belanda Mendadak Semburkan Lumpur

Sumur Minyak Era Belanda Mendadak Semburkan Lumpur

Regional
Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Dievakuasi, Selamat, dan Sehat

Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Dievakuasi, Selamat, dan Sehat

Regional
Setiap Kamis Pahing, Sivitas Akademika FK UGM Gunakan Pakaian Tradisional Jawa

Setiap Kamis Pahing, Sivitas Akademika FK UGM Gunakan Pakaian Tradisional Jawa

Regional
Ini Penjelasan Gempa Tuban Terasa hingga Denpasar

Ini Penjelasan Gempa Tuban Terasa hingga Denpasar

Regional
Melirik Hobi Manuskrip Kuno, Menjaga Warisan, Melawan Mitos Kualat

Melirik Hobi Manuskrip Kuno, Menjaga Warisan, Melawan Mitos Kualat

Regional
Banyak Kejanggalan, Keluarga Menduga TKW Lily Dibunuh, Organ Tubuh Diambil

Banyak Kejanggalan, Keluarga Menduga TKW Lily Dibunuh, Organ Tubuh Diambil

Regional
Gempa Tuban Dirasakan hingga Yogyakarta, Guncangan Tak Besar

Gempa Tuban Dirasakan hingga Yogyakarta, Guncangan Tak Besar

Regional
Udara Palembang di Level Tidak Sehat, Dinkes Sumsel Belum Sediakan Safe House

Udara Palembang di Level Tidak Sehat, Dinkes Sumsel Belum Sediakan Safe House

Regional
Kebakaran di Pulau Enggano, 150 Kepala Keluarga Kehilangan Pekerjaan

Kebakaran di Pulau Enggano, 150 Kepala Keluarga Kehilangan Pekerjaan

Regional
Terungkap, 20 Anak Dijadikan Pengemis, Malam Hari Disuruh Minta-minta di Jalan

Terungkap, 20 Anak Dijadikan Pengemis, Malam Hari Disuruh Minta-minta di Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X