Samarinda Bagaikan Kantong Air...

Kompas.com - 14/06/2019, 18:28 WIB
Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Samarinda, Kalimantan Timur, perlahan mulai surut di sejumlah titik, Jumat (14/6/2019), setelah air menggenangi kawasan ini sejak Minggu (9/5/2019).

Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto mengatakan, banjir lama surut karena Samarinda sudah seperti kantong air.

Menurut Priyo, terjadi penyumbatan di setiap saluran air berupa tumpukan sampah sehingga luapan air sungai meluas dan merendam rumah warga.

"Lambatnya proses surut karena memang Samarinda ini seperti kantong air. Karena adanya penyumbatan di beberapa saluran air, maka aliran air tidak berjalan lancar. Jadi menurunnya air juga lamban," ungkap Priyo, Jumat.

Baca juga: Banjir Samarinda Mulai Surut Setelah 5 Hari Berlalu

Oleh karena itu, pihaknya berpesan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan sehingga bisa menyebabkan penyumbatan dan memperlambat proses air mengalir.

Priyo bersama Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin dan Pangdam VI/Mulawarman Meyjen TNI Subiyanto berkeliling mengunjungi sejumlah posko, seperti posko yang berada di Gedung PKK Pemkot Samarinda di Kecamatan Samarinda Ulu, Bengkuring, Sempaja Utara, serta ke sejumlah rumah warga yang sudah mulai ditinggali.

"Terjadi penurunan air di semua wilayah yang sempat terdampak banjir cukup parah. Tadi beberapa warga sudah mulai membersihkan rumahnya dari lumpur dan bercak air yang membekas," ungkap Dandim Bahrodin.

Baca juga: Ingin Selamatkan Kakek, Nenek, dan Adik yang Kelaparan, Gadis Ini Nekat Terobos Banjir Samarinda

Sejumlah anggota TNI dan polisi akan dikerahkan untuk membantu warga dalam proses pemulihan pasca-banjir.

Pemerintah Kota Samarinda mencatat, ada 10.300 jiwa terdampak luapan air. Akibat banjir tersebut, Pemkot Samarinda menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari.

Selama masa itu, bantuan makanan, obat-obatan dan tim kesehatan siap diberikan pada warga korban banjir yang membutuhkan.

 

Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda.TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda.

Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).

Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN Pemandangan dari udara suasana banjir yang masih terjadi di kawasan Jalan dr Soetomo, Samarinda, Senin (10/6/2019).

Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda.TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN Suasana kawasan Simpang Lembuswana, Samarinda, yang dipenuhi banjir, Senin (10/6/2019). Banjir menutup akses jalan sehingga kendaraan roda dua dan mobil non double gardan tidak bisa melintas di kawasan yang merupakan penghubung ke beberapa wilayah di Kota Samarinda.

 

 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Samarinda Ibarat Kantong Air, Semua Saluran Tersumbat, Surut pun Lama Akhirnya Rumah Warga Tergenang

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X